Penyebar Sayembara Bunuh Ahok Berhadiah 1 Milyar Dilaporkan ke Polisi

0
860
Penyebar Sayembara Bunuh Ahok Berhadiah 1 Milyar Dilaporkan ke Polisi

Liputan1.com-Penyebar Sayembara Bunuh Ahok Berhadiah 1 Milyar Dilaporkan ke Polisi

Lelaki paruh baya  yang memprovokasi untuk membunuh Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tahaja Purnama itu bahkan terekam kamera video mengimingi hadiah Rp 1 miliar bagi siapapun yang bisa membawa Ahok hidup atau mati ke hadapannya di Rawabelong, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

Video sayembara menangkap dan membunuh Ahok yang dilontarkan lelaki berpeci putih itu beredar luas di dunia maya. Sayembara itu disampaikan pelaku usai terjadi aksi sekelompok orang yang mengejar Ahok saat berkampanye di Rawabelong, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (2/11) lalu.

“Yang kami laporkan seorang pria sekitar 60 tahun umurnya, yang kita lihat dan dengar dari media, dia mengatakan ‘bawa kepala ahok dan kita akan bayar satu milyar’. Lalu di depan para petugas dia menyebutkan juga etnis SARA dan sebagainya,” ujar Ketua Umum DPP Jaringan Advokat Republik Indonesia (JARI) Krisna Murti kepada wartawan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/11).

Lelaki baya itu dilaporkan dengan tuduhan Pasal 29 jo Pasal 45 ayat (1) UU RI tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) No 11 Tahun 2008 tentang pengancaman melalui media elektronik dan atau Pasal 336 KUHP tentang pengancaman.

Menurut Krisna, ucapan pria berpeci putih tersebut sudah di luar batas. Hal itu, menurutnya lagi, dapat memancing orang lain untuk melakukan kekerasan.

“Artinya bahwa kami melihat di sini semacam sayembara jaman kerajaan ya kan. Diiming-imingi seseorang dengan pidato di depan umum, memancing seseorang untuk berbuat kejahatan, membawa kepala Ahok. Ini sangat sudah diluar batas hukum,” ujarnya.

Tetapi anehnya, lelaki baya itu melontarkan sayembara penangkapan Ahok dengan pengeras suara di depan beberapa aparrat kepolisian yang sedang mengamankan situasi usai kericuhan kampanye Ahok. Krisna menyatakan, polisi harus menindak tegas pelaku sesuai aturan berlaku.

“Makanya kami ingin segera diproses dan dipanggil pria tersebut,” cetusnya.

Berikut cuplikan video orasi lelaki baya yang menyebarkan sayembara penangkapan dan pembunuhan Ahok dengan hadiah Rp 1 miliar:

Ketua Bidang Kajian dan Diskusi JARI Khaeruddin selaku pelapor mengatakan, ucapan pelaku merupakan bentuk ancaman. Ia juga menilai, ada pelanggaran RAS dalam ucapan pria yang terekam video tersebut.

“Ini bentuk deliknya bukan aduan, tapi delik biasa, karena ada konteks pelanggaran RAS di situ karena menyebutkan ‘semua orang China’. Dalam UU No 40 Tahun 2008, di situ peran serta masyarakat terhadap penghapusan diskriminasi RAS dan etnis,” kata Khaeruddin.

Sebelum mengambil langkah hukum, pihak JARI telah meminta pendapat kepada seorang ulama yakni Muhammad Muhammad Rozy dari Ponpes Al Mustahab Yogyakarta. Rozy mengatakan, ucapan pria tersebut secara tidak langsung memotivasi orang lain untuk melakukan kejahatan yang jelas-jelas diharamkan oleh Islam.

“Secara psikologis, sudah mendorong seseorang melakukan kejahatan dan itu dilarang oleh islam. Kemudian, dia akan berusaha membuat suasana antara bangsa ini menjadi bertempur, berkelahi sehingga tidak ada kedamaian dan itu bukan watak dari pada Islam,” terang Rozy yang juga datang ke Polda Metro Jaya.

Rozy kemudian membandingkan pernyataan Ahok yang dianggap salah soal surat Al Maidah ayat 51 dengan ucapan yang keluar dari mulut pria yang disebut sebagai kyai tersebut.

“Kalau boleh saya imbangkan, kalau saudara Ahok dalam kapasitasnya tidak mengerti agama kemudian mengatakan sesuatu dianggap sebagai kesalahan, ini orang mengerti agama, memerintahkan membunuh,” ungkap Rozy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here