12 Pernyataan Mengerikan Habib Rizieg untuk Demo 4 November

0
1202

12 Pernyataan Mengerikan Habib Rizieg untuk Demo 4 November

Imam Besar FPI Habib Rizieq menegaskan sikap Presiden Jokowi tak mencerminkan keberpihakan pada umat Islam yang agamanya merasa dilecehkan karena pernyataan Ahok soal Al-Maidah 51 beberapa waktu lalu di Kepulauan Seribu.

Jokowi, menurut Rizieq, hanya berkutat pada aksi demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan pada 4 November 2016 ini.

Berikut pernyataan lengkap Habib Rizieq yang diposting lewat akun Facebooknya, Selasa (1/11/2016).

PERNYATAAN PRESIDEN JOKO WIDODO TENTANG AKSI UNJUK RASA TANGGAL 4 NOVEMBER 2016

1. Demonstrasi adalah hak demokratis warga tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak.

2. Pemerintah akan menjamin hak menyampaikan pendapat tapi juga akan mengutamakan ketertiban umum.

3. Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun.

SIKAP IMAM BESAR FPI HABIB MUHAMMAD RIZIEQ SYIHAB TERHADAP SIKAP PRESIDEN JOKOWI TERKAIT AKSI BELA ISLAM 4 NOVEMBER 2016

1. Presiden Jokowi begitu sangat sigap dan semangat menyikapi rencana Aksi Bela Islam 4 November 2016 yang akan dilaksanankan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI), tapi dalam Kasus Penistaan Agama yang dilakukan AHOK, tidak bersikap sama sekali, bahkan diam seribu bahasa.

2. AKSI BELA ISLAM Jum’at 4 November 2016 adalah Aksi Damai untuk Penegakan Hukum, bukan Aksi Merusak untuk Pemaksaan Kehendak. Justru Presiden Jokowi yang telah MERUSAK Kedaulatan Hukum & Konstitusi NKRI dengan MEMAKSAKAN KEHENDAK untuk membela dan melindungi PELANGGAR HUKUM.

3. Hak Penyampaian Pendapat telah dijamin Undang-Undang, bukan dijamin Rezim Jokowi. Jika benar Pemerintahan Jokowi mengutamakan Ketertiban Umum, kenapa Rezim Jokowi NGOTOT melindungi dan membela PENISTA AGAMA ???!!!

4. Para Tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) sudah sepakat instruksikan umat Islam agar AKSI DAMAI dan JIHAD KONSTITUSIONAL untuk membela Agama dan Negara, tapi jika umat Islam diperlakukan represif secara biadab dan keji serta zalim, maka umat Islam wajib MEMBELA DIRI dengan melakukan JIHAD perlawanan sampai tetes darah yang terakhir.

5. Tolak POLITISASI Kasus Penistaan Agama yang dilakukan AHOK, sehingga tidak boleh diselesaikan dengan loby-loby politik antar Presiden dengan Para Pimpinan Partai Politik, akan tetapi harus diselesaikan secara hukum, karena Indonesia adalah NEGARA HUKUM.

6. Menggalang kekuatan Kyai Pendukung Ahok untuk melarang Umat Islam ikut Aksi Bela Islam dengan Korupsi Dalil dan Manipulasi Hujjah serta mencatut nama-nama Ulama Dalam mau pun Luar Negeri.

7. Membuat “Selebaran Fatwa” atas nama Ulama atau Majelis atau Lembaga Islam untuk menghapus “dosa penistaan”, sekaligus menyatakan bahwa Pemimpin Non Muslim HALAL dan tidak boleh ada Aksi menentangnya.

8. Polri mengulur-ulur waktu Proses Hukum terhadap Ahok hingga yang bersangkutan kini disahkan jadi Cagub DKI Jakarta, sehingga punya alasan untuk menunda Proses Hukum hingga usai Pilkada, sekaligus untuk memadamkan semangat dan memutus-asakan Umat Islam dalam menuntut Proses Hukum.

9. MEMECAH konsentrasi massa dengan membuat kegiatan tandingan (konser musik atau wisata kuliner dadakan atau acara Tabligh Akbar, Pengajian, dll).

10. Para Tokoh didekati dan dibujuk atau diancam dan dipolisikan agar tidak terlibat dalam Aksi Bela Islam. Sedang Para Korlap Aksi dan Penyandang Dana serta Masyarakat ditakut-takuti dan dihalang-halangi agar tidak ikut Aksi Bela Islam.

11. Menyadap dan memblokir no telpon tokoh simpul umat agar tidak bisa berkoordinasi melalui HP.

12. Di Hari Aksi waspadai PENCEGATAN Rombongan Aksi, PENANGKAPAN Korlap Aksi, PEMBLOKADEAN Jalan, PENEKANAN Pengusaha Angkutan agar tidak menyewakan kendaraan, PENGHAMBATAN Logistik, dsb.

SEGERA LAKUKAN LANGKAH ANTISIPASI
BERJUANG DAN BERDOALAH MOHON PERTOLONGAN ALLAH SWT

sumber : pojoksatu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here