FPI Anggap Laporan Sukmawati Soal Habib Rizieq adalah Pengalihan Isu

0
743
Habib Rizieq Minta Kasusnya di Stop, Polisi : Jalan Terus

Liputan1.com-FPI Anggap Laporan Sukmawati Soal Habib Rizieq adalah Pengalihan Isu

Ketum PNI Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Imam Besar FPI Habib Rizieq ke Bareskrim.

“Secara teknis hukum itu laporan tidak bisa memenuhi unsur pidana. Karena pasal-pasal yang dijadikan laporan itu tidak sesuai untuk peristiwa yang dilaporkan,” ujar Jubir FPI Munarman ketika dikonfirmasi, Kamis (27/10/2016).

Munarman mengatakan pelaporan itu merupakan suatu kekeliruan. Dia menyarankan Sukmawati untuk belajar ilmu hukum.

“Saya sarankan yang melaporkan belajar hukum lagi yang bener,” ujar Munarman.

Munarman juga melihat ada motif lain dari pelaporan ini. Dia meyakini ada upaya sengaja untuk mengalihkan isu.

“Secara politik saya melihat laporan ini sebagai upaya pengalihan isu. Dari isu penistaan Al Quran ke isu pesanan dari kelompok anti Islam,” ujar Munarman.

“Ini upaya licik untuk membenturkan umat Islam dengan negara. Cuma sayangnya yang merancang ini untuk mengalihkan isu ini bodoh. Umat Islam tahulah ini jebakan monyet, kita lebih pinterlah dari gerombolan pelapor dan desainernya,” sambungnya.

Putri Presiden pertama RI, Soekarno, melaporkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) akibat tidak terima dengan pernyataan Rizieq yang ia anggap telah melecehkan Pancasila dan bapak kandungnya yang ikut merumuskan Pancasila.

”Perihal penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila, serta menghina kehormatan dan martabat doktor insinyur Soekarno sebagai Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia,” kata Sukmawati di kantor sementara Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016)

Dalam pernyataannya, Rizieq menyebut “Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala.”

Sukmawati mengaku tahu pernyataan tersebut dari video berisi ceramah Rizieq di wilayah Jawa Barat. Video tersebut sudah beredar dua tahun lalu.

Mengapa Sukmawati baru melaporkannya sekarang, ia mengaku baru tahu pada Juni lalu, saat Indonesia merayakan hari kelahiran Pancasila.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here