Polisi Akan Bongkar Bunker Uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi

0
928
Polisi Akan Bongkar Bunker Uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi/foto istimewa

Liputan1.com-Polisi Akan Bongkar Bunker Uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Polisi terus menelusuri harta pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi yang masih disembunyikan pemiliknya. Polisi akan membongkar bunker di bawah padepokan yang diduga menjadi tempat Taat menyimpan duit miliaran rupiah.

Uang tersebut bersumber dari dugaan tindak penipuan yang dilakukan Taat Pribadi dan pengikutnya dengan modus penggandaan.

“Untuk pendalaman informasi, antara lain ada bunker di padepokan dan lokasi lain di luar Jawa Timur,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/9).

Martinus mengatakan, bunker tersebut hingga kini belum dibuka oleh polisi. Kepolisian setempat masih menunggu pihak lain untuk mengetahui isi dari bunker tersebut.

“Sekarang masih dijaga. Masih nunggu dari Bareskrim Polri dan Bank Indonesia,” kata Martinus.

Martinus belum dapat memastikan berapa jumlah uang yang telah digandakan oleh Taat Pribadi. Namun yang jelas, kisarannya mencapai miliaran rupiah mengingat banyaknya korban. Polisi juga belum bisa memastikan jumlah uang yang sudah disita dari Padepokan Dimas Kanjeng.

Taat Pribadi mengaku memiliki kemampuan menggandakan uang sejak 2006. Namun, ia tidak merinci sudah berapa uang yang dia keluarkan dari tangannya selama ini.

Ia ditangkap satuan Polres Probolinggo dan Polda Jawa Timur di padepokannya, Kamis (22/9). Ia diduga dalang di balik pembunuhan dua mantan santrinya dalam dua waktu berbeda.

Polisi menduga motif pembunuhan itu karena Taat Pribadi khawatir mantan santrinya membeberkan praktik penipuan dengan modus menggandakan uang.

Kasus penipuan itu kini tengah diselidiki Bareskrim Polri. Laporan korban yang merasa tertipu juga dilayangkan ke Polda Jawa Timur.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi mulai diperiksa sebagai saksi atas dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang.

Sejak 2015 hingga 2016, setidaknya ada tiga laporan yang melaporkan dia atas dugaan penipuan. Pertama dengan kerugian Rp 800 juta, kedua Rp 900 juta, dan terakhir Rp 1,5 miliar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here