Hebat, Mantan TKW Asal Malang ini Jadi Pembicara di Konvensi Partai Demokrat AS

0
399

Liputan1.com-Hebat, Warga Asal Malang ini Jadi Pembicara di Konvensi Partai Demokrat AS

Ima Matul Maisaroh, warga Kabupaten Malang, akan turut menjadi pembicara dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat di Philadephia, Pennsylvania, AS, Selasa (26/7) besok.

Seperti dikutip Indonesianlantern.com Ima akan tampil di panggung utama Stadion Wells Fargo. Ia akan berpidato di depan puluhan ribu delegasi dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar di Philadelphia, Pennsylvania, AS.

Tak tanggung-tanggung, Ima akan berada satu panggung bersama belasan senator dan pembicara bergengsi lainnya. Di forum politik bergengsi tersebut, Ima akan mengisahkan pengalamannya sebagai korban perbudakan manusia.

Pemaparan Ima sekaligus mendukung program penanggulangan perbudakan yang sudah dilakukan calon Presiden AS, Hillary Clinton.

“Surat undangan resmi yang dikirim Komite Nasional Partai Demokrat baru saja saya terima Sabtu sore,”  kata Ima gembira melalui wawancara via Facebook Messenger pada Senin (25/7).

Di ajang itulah, Partai Demokrat AS secara resmi akan memilih Hillary Rodham Clinton sebagai kandidat utama dan Senator Tim Kaine sebagai wakil presiden, dalam Pemilihan Presiden AS November 2016 nanti.

Ima pertama kali menginjakkan kakinya di AS pada 1997 karena iming-iming gaji yang tinggi, meski tanpa bekal kemampuan berbahasa Inggris yang memedai. Kala itu ia dijanjikan gaji 150 dolar AS per bulan.

“Saya pergi ke AS saat usia remaja karena mengikuti majikan,” kata Ima memaparkan awal pengalamannya merantau ke Negeri Paman Sam.

Namun setibanya di AS, paspor Ima ditahan oleh sang majikan. Berdasarkan penuturan Turiyo, ayah kandung Ima, selama dua tahun putrinya harus  bekerja selama lebih dari 12 jam.

“Jika melakukan kesalahan walau sepele, Ima harus menerima hukuman pukulan,” kenang Turiyo saat ditemui di rumahnya, di Malang, Senin (25/7).

Tiga tahun bekerja dan mendapat perlakuan tak manusiawi membuat perempuan yang mengenyam pendidikan hingga kelas 1 di SMA Khoiruddin Malang ini nekat kabur dari rumah majikan dengan bantuan asisten rumah tangga tetangganya. Ia kemudian dibawa ke rumah penampungan gelandangan dan tinggal di sana selama tiga bulan.

Orang yang menolong Ima berbaik hati mencarikan tempat tinggal, menyekolahkan, dan pekerjaan baru untuk perempuan yang dikenal tekun ini. Sejak 2012, Ima menjadi staf //Coalition to Abolish Slavery and Trafficking// (CAST). Organisasi inilah yang menolong Ima terbebas dari cengkeraman majikannya.

Kepala Sekolah SMA Khoiruddin, Agustin Hariwati mengungkapkan ketika Ima menjadi siswa, dirinya menjadi guru mengetik. Jam mengajarnya sedikit, sehingga tidak terlalu mengenal kepribadian Ima.

Namun ia membenarkan bahwa banyak lulusan dari SMA Khoiruddin yang merantau bekerja ke luar negeri. “Daripada meneruskan ke perguruan tinggi, siswa yang lulus memilih menjadi TKI,” jelas Agustin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here