Pengemudi Uber Surabaya Kucing Kucingan dengan Dishub, Ngadu ke DPRD

0
640
Pengemudi Uber Surabaya Kucing Kucingan dengan Dishub, Ngadu ke DPRD

Liputan1.com-Pengemudi Uber Surabaya Kucing Kucingan dengan Dishub, Ngadu ke DPRD

Sekitar 14 vendor uber hari ini mendatangi gedung DPRD Surabaya, Selasa (28/6/2016). Mereka datang atas panggilan Ketua DPRD Armuji.

Armuji menjelaskan, saat ini vendor uber butuh kepastian legalitas. Selama ini mereka harus kucing-kucingan dengan petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub).

“Mereka cari uang gak tenang, beberapa hari yang lalu disweeping,” ujarnya.

Berdasarkan pertemuan dengan beberapa vendor Uber, politisi dari PDI-P ini memastikan mereka siap mengurus perizinan. Namun, rupanya ada indikasi upaya permainan yang tidak sehat.

“Saya kasihan dengan nasib vendor uber,” cetus Armuji.

Dalam kesempatan itu, Armuji mengaku ingin membantu menguruskan izin. Para vendor selama ini sudah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) berupa izin rental dan sewa kendaraan dari Dishub Surabaya.

Sayangnya beberapa saat kemudian ada regulasi baru yang mengharuskan izin operasional dikeluarkan oleh Dishub Jatim.

“Setelah lebaran kita undang lagi, biar ada persamana persepsi,” tegasnya.

Salah seorang vendor Syafruddin Dalimunti mengaku selama ini membayar Rp 35 ribu per driver setiap minggu. Sejak Januari sampai saat ini, ada sekitar 2000 unit kendaraan sebagai mitra.

Namun, meski membayar retribusi ke uber, namun para vendor tidak mendapatkan jaminan kenyamanan. Mereka kerap kucing-kucingan dengan petugas Dishub untuk menhindari razia.

“Karena tidak ada paguyuban sehingga membuat uber seenaknya sendiri,” ucapnya.

Dia merasa, mitra kerja uber dibuat tidak solid. Tujuannya, agar tidak melakukan protes terhadap perusahaan uber.

“Dalihnya uber bukan perusahaan transportasi, melainkan hanya penyedia aplikasi,” pungkas Syafruddin Dalimunti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here