Riau Siapkan 64 Event di 2018

0
23

LIPUTAN1.COM–Perhatian besar benar-benar diberikan Provinsi Riau untuk pariwisata. Buktinya, ada 64 Calendar of Event (CoE) yang siap rilis, Senin (12/2). Eventnya pun beragam, ada seni dan budaya, konser musik, kuliner, konsep bahari, hingga sport tourism. Tiga diantara kegiatan tersebut berstatus Wonderful Event Riau.

“Perkembangan pariwisata Provinsi Riau sungguh luar biasa. Untuk tahun 2018 ini, semua potensi yang ada terus dioptimalkan. Kami harus mengejar jumlah kunjungan wisatawan di tahun ini. Harapannya, pendapatan daerah semakin positif,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal.

Tahun 2017 lalu, sukses besar diraih pariwisata Riau. Bumi Lancang Kuning meraih income sebesar Rp4,2 triliun, efek lonjakan signifikan kunjungan wisatawan.

Tahun 2017, Riau dikunjungi 101.904 wisatawan mancanegara (wisman). Jumlah itu surplus 44.388 atau 177,2% dari target. Sementara kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 6.534.683 orang. Rata-rata durasi waktu tinggal 3,54 hari. Padahal targetnya hanya 3,40 hari.

“Capaian tahun lalu akan ditingkatkan lagi. Wajar bila jumlah Calendar of Event yang disiapkan saat ini sangat banyak. Kami sangat optimistis event-event ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Sebab, segala sesuatunya sudah diatur rapi,“ terangnya.

Yang tidak kalah luar biasa, semua wilayah di Provinsi Riau akan turut bergeliat. Sebab, venue 64 CoE tersebar merata di 12 kabupaten/kota. Pilar event terpusat di Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hilir.

Pelalawan akan menggelar 13 event, atau terbanyak dibandingkan daerah lain. Sedangkan Siak dan Indragiri Hilir memiliki 12 event. Untuk jumlah event paling sedikit dimiliki Indragiri Hulu, Dumai, dan Kuantan Singingi, yang masing-masing hanya menggelar satu event.

“Pariwisata pada dasarnya harus menghidupkan daerah. Kami selalu menawarkan konsep lebih segar di setiap tahun. Dengan karakter unik masing-masing, semua event akan lebih menarik. Buktikan saja,” ujar Fahmizal.

Sedangkan event yang diberi label Wonderful Event Riau adalah Bakar Tongkang di Rokan Hilir 29-30 Juni, Pacu Jalur di Kuantan Singingi 22-25 Agustus, lalu Festival Bono di Pelalawan 24-25 November.

Menurut Kabid Pemasaran Area II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Hendry Noviardi, gema ketiga kegiatan berlabel Wonderful Event Riau harus mendunia.

“Nilai Festival Bono, Bakar Tongkang, dan Pacu Jalur itu luar biasa. Event-event ini harus mendunia. Dukungan akan diberikan Kemenpar. Secara umum, kami juga siap mempromosikan semua potensi wisata yang ada di Riau. Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan kesadaran masyarakat,” kata Hendry.

Untuk turut mengatrol potensi pariwisata Bumi Lancang Kuning, evaluasi juga diberikan. Hendry menambahkan, investasi saat ini sangat diperlukan. Kebutuhan ini sangat mendesak pada kawasan destinasi pariwisata Bono, Pacu Jalur, dan Bakar Tongkang.

“Potensi pariwisata sangat besar di sana. Namun, infrastrukturnya belum optimal. Masih membutuhkan banyak dukungan investasi,” jelasnya lagi.

Secara umum, Provinsi Riau menjadi daerah tujuan investasi yang cukup ideal. Pada 2017 lalu, Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Bumi Lancang Kuning mencapai USD0,48 Juta atau tumbuh 0,04%. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai USD2,73% atau tumbuh 0,90%. Hendry juga mengatakan, Riau harus menjadi destinasi pariwisata unggulan.

“Kami yakin dengan konsep yang lebih bagus, maka para investor akan datang. Sebab, potensi Riau itu sangat besar. Kami juga memiliki target yang jelas ke depan. Semua sudah dibuktikan di tahun lalu. Jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan bagi daerah sangat besar,” tegasnya.

Target besar sudah dicanangkan tahun ini. Wisman pun dibidik 60.824 wisman atau naik 3.308 orang. Lalu, naik lagi menjadi 64.332 pada 2019. Untuk wisnus, pada 2018 dipatok 6.550.120 orang. Naik lagi menjadi 6.828.150 pada tahun 2019. Rata-rata lama tinggal pun dipatok menjadi 3,75 hari pada 2018. Untuk 2019 durasinya 3,90 hari.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengaku sangat mendukung geliat pariwisata di Riau. Namun, Menteri mengingatkan agar kalender pariwisata bisa berjalan sesuai rencana.

“Kekuatan pariwiata Riau itu sungguh luar biasa. Untuk itu, pastikan kalender event berjalan sesuai schedule. Jangan sampai tata waktunya berubah. Ini penting bagi wisatawan yang akan berkunjung ke sana. Promosikan event memakai pendekatan POP, yaitu pre-event, on-event, hingga post-event,” pungkas Menteri Arief Yahya. (*)

LEAVE A REPLY