Kemenpar Kembali Goda Pasar India

0
42

LIPUTAN1.COM-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin agresif mengeksplorasi pasar wisatawan India. Tak tanggung-tanggung, 12 industri pariwisata diboyong ke India awal tahun ini. Targetnya menggoda wisatawan India di “India International Travel & Tourism” (IITT), Bandra Curla Complex, Mumbai India 11 – 13 Januari 2018.

Wonderful Indonesia dipastikan akan tampil all out di pameran tersebut. Pasalnya, IITT Mumbai merupakan pameran terbesar ke dua di India, yang di tahun 2016 diikuti oleh 500 exhibitors dari 50 negara. Jumlah pengunjungnya pun luar biasa. Sebanyak 25.000 orang tercatat mengunjungi pameran tersebut di 2016.

“Di IITT kali ini, Wonderful Indonesia akan menyajikan makanan tradisional serta kopi khas dari beberapa daerah. Tak lupa tari-tarian nusantara pun disajikan untuk merayu wisatawan di pameran tersebut,” ucap Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu, Sabtu (8/1).

Promosi agresif ini bukan tanpa dasar. Pasalnya jumlah kunjungan wisman India ke Indonesia yang selalu meningkat setiap tahun. India merupakan top ten penyumbang wisman ke Indonesia. Tercatat tahun 2016 sebanyak 376.802 wisatawan India masuk ke Indonesia. Jumlah ini naik sebesar 23% dari tahun 2015 yang sebanyak 293.415 orang. Begitu pun periode Januari hingga Oktober 2017, India menyumbang 397.671 orang wisatawan atau naik sebesar 29.45% dibanding periode yang sama di tahun 2016 yaitu sebanyak 301.964 orang.

Meningkatnya kunjungan wisatawan dari India ini tidak terlepas dari kebijakan pemberlakuan bebas visa (free visa) oleh pemerintah. Konektifitas penerbangan pun kini semakin kuat. Sudah ada penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Mumbai ke beberapa kota besar di Indonesia, khususnya ke Jakarta, Denpasar, Surabaya dan Medan.

“Potensi pasar India sangat besar. Outboundnya 21.872.000 wisatawan ditahun 2016. Dan Mumbai sendiri merupakan pusat bisnis India nomor dua terbesar setelah New Delhi, 45% dari jumlah outbound India berasal dari Mumbai. ,” kata pria yang sering disapa VJ tersebut.

Lantas, kemana wisman India, melakukan plesir di Indonesia? VJ menjawab, destinasi Bali masih menjadi primadona. Kesamaan latar belakang kultur dan religi membuat wisman India nyaman melakukan pelesir di Bali.

“Lebih dari 50% wisman India yang berkunjung ke Indonesia masuk melalui Bandara Ngurah Rai, Bali. Hal ini dirasakan sebagai tantangan bagi Kemenpar untuk memperkenalkan destinasi ke wisman India. Bahkan untuk destinasi Bali, kebanyakan wisman India hanya berkutat di destinasi populer seperti Kuta, Seminyak dan Ubud,” kata VJ.

Karenanya pameran ini tidak hanya terdiri dari kegiatan business meeting (table top meeting) antar industri pariwisata Indonesia dan India namun juga akan ada presentasi Indonesia tourism update yang akan memaparkan perkembangan destinasi di Indonesia. “Utamanya di 10 Destinasi Prioritas,” pungkas VJ.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun senada dengan bawahannya yersebut. Menpar mengatakan India memiliki potensi pasar yang sangat besar bagi pariwisata di Indonesia. Dari tahun ketahun jumlah kunjungan wisman India pun selalu meningkat signifikan.

“Potensi India itu sangat besar. Kalau digarap dengan manajemen marketing yang lebih bagus, saya yakin hasilnya lebih maksimal. Budaya Ramayana dan Mahabharata yang sangat populer di Indonesia itu berasal dari India. Itu artinya kedekatan budaya kita dapat menarik jumlah kunjungan mereka,” ucap Arief Yahya. (*)

LEAVE A REPLY