Universitas Budi Luhur Hadirkan Presdir PT Fuji Film Dalam Japanese Seminar Series

0
51
Universitas Budi Luhur Gelqar Seminar Japan Series

Liputan1.com-Universitas Budi Luhur Hadirkan Presdir PT Fuji Film Dalam Japanese Seminar Series

Universitas Budui Luhur (UBKL) memiliki agenda rutin terkait peningkatan pendidikan baik bagi para mahasiswa dan dosen, menghadirkan pembicara yang berasal dari dunia industry Jepang dalam gelaran Japanese Seminar Series (JSS) 2017

Japanese Seminar Series yang kelima kali ini menghadirkan Noriyuki Kawakubo, President Director PT Fuji Film Indonesia. Acara yang diadakan pada Rabu, 22 November 2017 di Ruang Theater UBL ini mengangkat tema “Wave of Digitalization and Management Reform”.

Mr. Noriyuki menjelaskan bahwa perkembangan dunia digital saat ini di Indonesia sangat cepat. Sebelum tahun 2000. Fuji Film adalah perusahaan dengan penghasilan terbesar berasal dari film foto pada saat itu. Setelah tahun tersebut, perkembangan digital yang pesat membuat penjualan produk Fuji Film mulai merosot turun sampai titik yang sangat mengkhawatirkan.

Hal ini mengharuskan Fuji Film untuk melakukan inovasi terhadap bisnisnya agar tidak mengalami kebangkrutan. Dengan merubah lini bisnis ke arah B2B, yaitu Business To Business, misalnya bekerjasama dengan rumah sakit untuk menyediakan foto rontgen atau bekerjasama dengan perusahaan tenaga listrik dalam untuk pelapis solar cell.

Inovasi yang dilakukan oleh Fuji Film bahkan dilakukan dengan perusahaan kosmetik dalam hal peremajaan kulit (anti aging). Karena kertas foto memiliki bahan yang bernama collagen. Akhirnya dengan inovasi yang luar biasa, Fuji Film bangkit lagi dengan meraup keuntungan yang luar biasa.

PT Fujifilm Indonesia merupakan anak perusahaan langsung dari Fujifilm Holdings Corporation di Jepang. Berkantor pusat di Kota Kasablanka, Jakarta, perusahaan ini resmi didirikan pada 29 September 2011.

Selain memiliki kantor pusat, PT Fujifilm Indonesia juga memiliki kantor cabang di Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Makassar serta kantor respresentasi di Medan dan Palembang.

Pada saat ini, PT Fujifilm Indonesia memiliki enam unit bisnis yang terdiri dari divisi Electronic Imaging (kamera dan lensa), divisi Photo Imaging (mesin pencetak foto, kertas foto dan instax), divisi Graphic Art (mesin digital printing dan offset) , divisi Medical (alat-alat kesehatan), divisi Industrial Products (Prescale dan NDT), dan divisi Life Science (perawatan kulit).

Melalui aktivitasnya, Fujifilm terus berkontribusi pada masyarakat khususnya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di seluruh dunia.

JSS merupakan acara rutin tahunan UBL, yang digelar dalam enam series berturut-turut menghadirkan Ryo Nakamura (Embassy of Japan), Yoshihiro Bando (PT Amerta Indah Otsuka), Motoharu Taki (Japan Airlines Co.Ltd), Hiroharu Katase (Yaskawa Elektrik Indonesia), Nariyuki Kawakubo (PT Fujifilm Indonesia) dan Hiroshi Ushio (PT Kawai Indonesia).

Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. sc. agr. Ir. Didik Sulistyanto, yang hadir dan membuka acara tersebut menekankan bahwa Japanese Seminar Series 2017 ini merupakan sebuah acara yang luar biasa yang diselenggarakan di Universitas Budi Luhur. Didampingi oleh Deputi Rektor Bidang Akademik, Dr. Ir. Wendi Usino, MSc, MM., Rektor menekankan bahwa kehadiran enam pakar dari Jepang patut dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa untuk menggali pengetahuan dan wawasan yang luas. Harapan beliau, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan diapresiasi oleh seluruh civitas akademika, Universitas Budi Luhur.

S

LEAVE A REPLY