Seminar Nasional Wujudkan Belitung Masuk Zonasi Geopark Global Mulai On

0
39
Investasi dan Pariwisata Bangka Belitung Terkendala Energi

Seminar Nasional Wujudkan Belitung Masuk Zonasi Geopark Global Mulai On

BELITUNG – Perhelatan Festival Geopark Belitung resmi digelar, 22-26 November 2017. Festival yang berlangsung selama lima hari itu digelar di dua lokasi. Yang pertama Tanjung Pandan di Belitung Satunya lagi Manggar di Belitung Timur.

Agenda yang digelar? Cukup bervariasi. Mulai dari pameran, geotrip, geocoffe, geobike, geowalk, geoband, hingga geoculture, semuanya ada. Itu belum termasuk Seminar Nasional yang akan ditampilkan sebagai penyempurna festival ini.

Kementerian Pariwisata juga langsung action. Bekerjasama dengan Evennya ikut dikawal lewat Seminar Nasional yang dilangsungkan, 23-24 November 2017 di Hotel Santika Tanjung Pandan, Belitung.

“Ini usaha untuk mendorong salah satu destinasi prioritas Kemenpar ini menjadi Geopark Nasional dan Global. Ini sekaligus mengenalkan ke masyarakat luar tentang Geopark Pulau Belitung,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Perjalanan Insentif Hendri Karnoza, Jumat (24/11).

Bagi Esthy, masyarakat harus memahami bahwa Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur unsur geologi. Di sini masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di di dalamnya.

“Warisan dunia ini, jika rusak tak bisa diperbaiki. Keindahan alam yang paling mahal nilai seninya adalah yang alami dan original. Ini yang harus dipahami masyarakat,” imbuhnya.

Pemahaman soal itu ditularkan ke 100 peserta. Komunitas, pelaku industri pariwisata, Pemda dan pengurus geopark dari seluruh Indonesia dan Asia Pasifik, ikut disentuh. Semua ikut dimotivasi mengembangkan Geopark Belitung.

Senentara itu bagi Hendri Karnoza, acara yang masuk dalam kategori Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE)(MICE) ini berupaya juga untuk terus menjaring kunjungan wisatawan

“Saat ini memang Kita memang fokus pada wisata MICE. Tidak hanya Bali yang sudah dikenal dunia, tapi juga kota-kota lain yang memiliki objek wisata serta fasilitas convention hall, lengkap amenitasnya, salah satunya adalah Belitung yang juga sudah sangat siap menjadi salah satu lokasi wisata MICE terbaik,” ujar Hendri

Konferensi tersebut menjadi langkah awal yang bagus dan makin meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap Belitung yang sudah siap untuk masuk dalam Geopark Global

“Geopark Belitung siap menjadi lokasi MICE. Atraksi disini sudah mendunia, juga memiliki fasilitas convention hall dan lengkap amenitasnya. Semuanya sudah lengkap. Ada potensi besar di dalamnya. Kalau kita masuk ke dalam jejaring geopark internasional hasilnya pasti luar biasa,” tuturnya

Wisatawan MICE umumnya adalah opinion leader dari kalangan pengusaha, profesional maupun pemerintahan, yang melakukan kegiatan pada low-season. “Kita juga berterimakasih kepada para alumni ITB 85 yang telah bekerjasama dan mendukung terselenggaranya kegiatan seminar ini,” tambahnya.

Alumni ITB juga memang memiliki peranan besar dalam Geopark Belitung ini. “Sebagai inisiasor, beberapa tokoh geologi seperti Dyah Erowati ITB 81 dan Oman, Ahli Geopark Kepala Museum Geologi Bandung juga berada di tim ini,”ungkapnya

Seminarnya sendiri akan dibagi dalam dua diskusi panel. Sesi pertama diisi pemaparan singkat oleh perwakilan Badan Pengelola Geopark Pulau Belitong, Dyah Erowati. Materinya berisi Setahun Perjalanan menuju Geopark Nasional dan UNESCO Geopark Global,” timpal Hendri Karnoza.

Setelahnya diisi pemaparan dari Advisory Committee Unesco Global Geopark, Hanang Samodra (APGN AC, Indonesia). Materi yang disampaikan tentang ”Profile Geologi Tanjung Kelayang.”

Dilanjutkan Arya Mahendra Sinulingga (Direktur Pemberitaan MNC Group) dengan Materi Dukungan Media Nasional untuk Promosi Geopark Indonesia. Dan Safri Burhanuddin, Deputi IV Bidang Kordinasi ESDM dan Budaya Maritim dengan materi Pengembangan Geopark di Masa Mendatang.

Sesi kedua diisi oleh sharing pengalaman oleh beberapa perwakilan geopark Indonesia. “Suhono, Pakar Smart City ITB dan Ketua APIC akan bicara tentang Pengembangan Aikasi Smart Tourism dan Culture untuk mendukung pengelolaan Geopark,” urai Hendri.

Kemudian ada Dwi Pratiwi, Belitung Geopark Residece Geogist yang akan membawakan materi Kajian Potensi Bencana Alam dan Mitigasinya Sustainable Tourism.

Bagi Menpar Arief Yahya, keberhasilan Pulau Belitung menjadi kawasan Geopark Global akan terwujud bila ada sinergitas Pentahelix. “Semuanya harus bisa bekerjasama tanpa ada batasan karena penilaian Geopark yang dilakukan UNESCO ini menyebar merata di semua Pulau Belitung. Semoga seminar ini bisa menyatukan semuanya, sehingga upaya kita untuk mewujudkan Belitung masuk dalam zonasi Geopark Global dapat segera terwujud,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

LEAVE A REPLY