PKB Tidak Akan Menjadi Partai Islam

0
48

LIPUTAN1.COM, MAKASSAR-Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan alasannya kenapa Partainya tidak menjadi partai Islam.

Pasalnya, predikat Islam terlalu mulia untuk dijadikan simbol politik, terlebih sebagai obyek dagangan politik dan transaksi politik.

“Saya tidak pernah mau PKB menjadi partai Islam. Kenapa?” Katanya saat mengisi kuliah umum di Universitas Negeri Makassar, Jumat (15/11).

“Islam terlalu mulia untuk ditarik-tarik menjadi simbol politik apalagi obyek transaksi antarkepentingan,” Imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menegaskan bahwa PKB lebih baik menjadi partai umum akan tetapi sikap dan keputusan partai berlandaskan ajaran agama Islam dari pada Partainya Islami tetapi kelakuannya tak mencerminkan ajaran Islam.

“Bagi saya, lebih baik kami jadi partai biasa, partai umum, tapi kelakuan kami bisa diupayakan Islami daripada sebaliknya,” katanya di dampingi Rektor UNM Prof Dr Husain Syam.

“Saya ingin Islam jadi solusi, bukan jadi bagian dari masalah. Jadi yang mempermudah, bukan yang mempersulit,” lanjutnya.

Saat disinggung Perppu Ormas yang saat ini sudah berubah menjadi Undang-Undang, Cak Imin menyatakan negara memang harus tegas menghadapi paham-paham yang hendak menggugat dasar negara dan kebhinekaan yang sudah menjadi prinsip rakyat Indonesia selama puluhan tahun.

Menurut Pria yang digadang-gadang bakal menjadi cawapres terkuat 2019 ini, Indonesia merupakan negara plural dan tentunya potensi gesekan pun selalu ada.

Namun, kata Cak Imin, kondisi itu jangan ditambah lagi dengan upaya-upaya terencana dari kelompok tertentu.

“Di sisi lain, saya berketetapan bahwa sejumlah pasal dalam Perppu ini harus wajib dirombak. Karena memang berpotensi disalahgunakan untuk membungkam oposisi. Itu jalan tengah yang kami usulkan kepada pemerintah. Dan pemerintah sudah setuju. Kita kawal prosesnya,” ujar dia.

Sementara itu, Rektor UNM, Prof Dr Husain Syam juga menilai komitmen ini membuktikan bahwa Cak Imin telah mumpuni untuk menjadi pemimpin nasional.

Menurut dia, Cak Imin bukan hanya pantas sebagai Panglima Santri, melainkan juga pemimpin bagi semua golongan.

LEAVE A REPLY